10 Views |   405

Seperti diberitakan oleh Detik, menurut mantan pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto, masyarakat

Seperti diberitakan oleh Detik, menurut mantan pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto, masyarakat sudah bisa menilai siapa di balik tindakan tidak relevan ini.
.
“Ya memang (tidak relevan). Mestinya kan masyarakat bisa menilai, siapa itu di belakang mereka?. Ada-ada saja, sehingga masalahnya kan dikait-kaitkan dengan politik. Kalau itu kasus pidana, kenapa dikaitkan ke hak angket?”. kata Bibit.
.
Semestinya, kata Bibit, kasus hukum tidak ditarik ke ranah politik lewat Pansus Hak Angket. Bibit menyatakan ini seolah memanfaatkan momen. Ia pun mengenang saat periodenya menjabat di lembaga antirasuah dulu juga terjadi hal serupa.
.
“Semua mau dicari, kemudian seperti jilid 3 itu kan diadukan semua, bermasalah semua. Ya kalau orang dicari-cari kesalahannya seperti apa kan pasti ketemu. Tapi relevan apa nggak? Kalau Anda bilang nggak relevan, ya nggak relevan. Hanya meramaikan suasana gitu. Seolah-olah KPK brengsek semua,” ujarnya.
.
Jika semua dicurigai, Bibit mempertanyakan gunanya fit and proper test saat perekrutan pegawai KPK. Bibit mempersilakan jika ada pihak yang ingin menguji integritas KPK. Namun relevansinya juga perlu dijaga.
.
Pada Selasa (22/8/2017) kemarin, pelaku pencurian sarang burung walet yang mengaku dianiaya oleh Novel, mengadu ke Pansus Hak Angket. Dari keempat orang yang melapor, satu orang bernama Dedi Nuryadi mengaku menjadi korban salah tangkap. Dugaan kasus ini terjadi pada 2004 saat Novel masih menjabat Kasat Reskrim di Polres Bengkulu.
.
#infia #infiafact #beritanasional #pansushakangket #hakangketkpk #novelbaswedan

infia_fact (INFIA – Fact) shared and tagged #funny post.