11 Views |   635

Seorang jurnalis perempuan keturunan Afrika-Latin bernama Ilia Calderon, sangat mengkhawatirkan keselamatannya

Seorang jurnalis perempuan keturunan Afrika-Latin bernama Ilia Calderon, sangat mengkhawatirkan keselamatannya setelah mewawancarai pemimpin Klu Klux Klan, Chris Barker.
.
Calderón mengalami kejadian mengejutkan saat bertemu Chris Barker di North Carolina, AS. Saat diwawancara, Barker malah bertanya kepada Calderón, mengapa Calderon tidak segera kembali ke negara asalnya.
.
“Kami tak memiliki apa pun di Amerika, tapi kalian tetap saja membanjiri negara ini. Namun, kami akan mengusirmu dari sini. Tidak, kami akan membakar kalian”, ujar Barker.
.
Ketika Calderón bertanya kepada Barker, bagaimana caranya melenyapkan 11 juta imigran, Barker menjawab dengan pernyataan mencengangkan. “Kami telah membunuh 6 juta Yahudi. 11 juta bukan apa-apa”, jawab Barker.
.
Dalam wawancara tersebut, Barker mengklaim bahwa Klu Klux Klan adalah kelompok Kristiani yang sangat nasionalis dan bukan grup penebar kebencian. Ia juga tidak menganggap dirinya rasis.
.
Barker adalah Grand Wizard, sebutan pemimpin bagi kelompok itu dari faksi Loyal White Knights Klu Klux Klan yang berpartisipasi dalam demonstrasi sarat kericuhan ‘Unite the Right’ di Charlottesville, Virginia, beberapa waktu lalu.
.
Usai mewawancara, Calderón mengaku bahwa ia tak menduga tingkat kebencian yang diterimanya. “Tim ku mengatakan bahwa aku akan dihina, dan aku tau itu, tapi aku tak pernah membayangkan akan sampai sejauh ini”, ujarnya.
.
#infia #infiafact #worldnews #beritadunia #rasis #racism #whitesupremacy #neonazi #kukluxklan #kkk

infia_fact (INFIA – Fact) shared and tagged #funny post.