22 Views |   139

Dilansir Tempo, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Korea University Hospital

Dilansir Tempo, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Korea University Hospital, Korea Selatan, menemukan bahwa pekerja kontrak berisiko dua kali lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan karyawan tetap.
.
Salah satu penyebabnya adalah adanya kekhawatiran kontrak dihentikan perusahaan. Studi ini melibatkan 6.266 pekerja, 3.206 orang diantaranya merupakan pekerja tidak tetap.
.
Peneliti kemudian mengukur mood depresi yang mereka alami dan memberi pertanyaan mengenai apakah pernah timbul keinginan bunuh diri.
.
Hasilnya, 13,6 persen pekerja kontrak mengaku mengalami depresi, sementara karyawan tetap hanya 8 persen. Peneliti menyimpulkan, secara psikologis, pekerja kontrak lebih rentan depresi.
.
#infia #infiafact #health #healthy #psychology #psikologi #karyawankontrak #karyawan #outsourcing #pekerja

infia_fact (INFIA – Fact) shared and tagged #funny post.